Sumberjaya - mediatitikkarya.com - Sumardi secara resmi dilantik sebagai Pejabat (Pj) Kepala Desa Sumberjaya menggantikan Sopian Hakim di aula kantor Desa Sumberjaya. Selasa (17/9/24).
Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pj Kepala Desa Sumberjaya dipimpin langsung oleh Camat Tambun Selatan Drs Sopyan Hadi.
Usai dilantik Sumardi,S.Ip ,MM. meminta dukungan semua pihak dan bisa membantu dirinya dalam menjalankan tugasn sebagai Pj Kepala Desa Sumberjaya.
“Saya meminta dukungan semua pihak, agar bisa dibantu dalam menjalankan roda pemerintahan di Desa Sumberjaya ini, terima kasih saya ucapkan,” ujar Sumardi dalam sambutannya.
“Kita bisa bersama-sama memajukan Desa Sumberjaya ke depannya agar lebih maju lagi,” ungkap Sumardi yang sebelumnya juga menjabat sebagai Lurah Telagaasih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Camat Tambun Selatan Sopyan Hadi Menekankan bahwa dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) , Anggaran Desa kudu jelas harus dalam pengawasan dan keterbukaan atau transparan tidak bisa di macam macam kan atau di permainkan , Camat Tambun Selatan Tegas kepada siapapun kepala desa yang ingin berbuat atau memainkan anggaran dana desa nanti akan bisa di panggil Kejari Dan KPK .
"Silahkan saja bagi yg mau macam macamin itu anggaran akan di usut dan di seret di jebloskan ke penjara." Ujar Sopyan Hadi pada saat berpidato di hadapan para awak media
Maka dari itu Camat Sopyan Hadi berharap kepada kepala desa yang baru saja di Lantik ini dapat berkoordinasi bekerjasama kepada semua stakeholder RW RT Organisasi Masyarakat (ORMAS) maupun Tokoh Masyarakat, harus bisa membangun Sinergitas sesama bocah Tambun untuk dapat membangun Desa Sumberjaya lebih maju dan makmur .
Camat menghimbau Sisa Anggaran APBN Dana Desa di masa kepemimpinan Kepala desa Sopyan Hakim yang masih tersisa 40% bisa di pergunakan sebaik-baiknya .
" Tadi nya sisa APBN Dana Desa yg 40 % mau di kelola dan di pergunakan untuk pembangunan Infrastruktur Jalan di setiap RW RW maupun RT . Tetapi ternyata *"dana kurang* " dan bahkan tidak mencukupi untuk kebutuhan perbaikan pembangunan infrastruktur Jalan Lingkungan yang berlubang dan rusak ." Tutur Sopyan Hadi .
Dan meminta kepada kepala desa yang baru sisa APBN Dana Desa yang 40 persen ini untuk bisa berkoordinasi dengan pihak RW RW orang kampung sekitar yang berada di wilayah Desa Sumberjaya *masih apa tidak jalan jalan yang pada belum di Cor*??.
Terutama jalan jalan di perumahan Griya Asri kurang bagus masih berlubang dan rusak sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan, padahal jalan ini merupakan akses menuju kantor Kecamatan Tambun Selatan .
Akibat banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi ruas jalan di wilayah Sumberjaya tersebut .
Dari pantauan di lapangan jalan tersebut terdapat beberapa lubang yang cukup membahayakan para pengendara roda dua.
Selain itu, terutama jika musim hujan tiba dimana lubang-lubang tersebut semakin sulit dihindari,jalan yang berlubang tersebut digenangi air hingga tidak terlihat mana yang berlubang dan tidak, bahkan sering kali memakan korban pengendara roda dua terpaksa harus terjatuh akibat lubang tersebut.
Sopyan Hadi menghimbau agar Dalam penggunaan Anggaran Dana Desa dapat di kelola di pergunakan dari APBD maupun APBD desa 20% persen di pergunakan untuk keperluan penurunan stunting di desa nya masing-masing . karena di wilayah Desa Sumberjaya masih banyak 80 orang warga mengalami gejala Penyakit Stunting
Dalam menghadapi Tahun politik untuk Pemilihan Umum kepala daerah (PILKADA) di kabupaten Bekasi terutama di wilayah Tambun Selatan bisa mengamankan jalan pilkada
Sementara itu, Camat Tambun Selatan Sopian Hadi dalam arahannya menekankan agar Pejabat (Pj.) Kepala Desa Sumberjaya dapat meneruskan program-program yang sudah ada, dan bisa menjaga situasi jelang Pilkada tahun 2024 mendatang.
“Terlebih kita akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah atau Bupati dan wakil Bupati Bekasi, agar bisa menjaga kondusifitas di Sumberjaya ini,” kata Sopian Hadi.
Usai dilantik, Sumardi diantar pulang kekediamannya dengan naik kuda serta diiringi konvoi sepeda motor warga.
(Tika)



