Serang Baru mediatitikkarya.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi menggelar aksi kemanusiaan dalam rangka memperingati HUT ke-79. Kegiatan dipusatkan di posko Pengolahan Water Sanitation Hygiene Promotion (WASH) di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Selesai apel HUT ke-79 PMI dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial menyasar masyarakat sekitar," kata Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih di Cikarang
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, H Akhmad Kosasih, membuka acara dengan menjelaskan hari ini mengisi momentum peringatan HUT ke-79 dengan inisiasi sejumlah Kegiatan ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas dalam komunitas. pentingnya kegiatan ini sebagai wujud kepedulian PMI terhadap masyarakat.
Aksi kemanusiaan diawali dengan pelayanan khitanan massal 20 anak dari keluarga tidak mampu. Kemudian, dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sembako kepada warga lansia serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Ini merupakan langkah nyata kami untuk membantu keluarga yang membutuhkan,” ungkapnya, pada Rabu, 18 September 2024.
"Kami menyediakan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dengan kuota 100 orang, kemudian pembagian bantuan sembako. Ini sebagai bagian dari bakti dan ucapan terima kasih kepada masyarakat sekitar," katanya.
Bekerjasama dengan klinik PMI dan didukung oleh Unit Donor Darah serta relawan dari Markas PMI, tim medis yang terdiri dari empat dokter berupaya memberikan pelayanan yang maksimal.
“Kami berharap layanan kesehatan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan masyarakat,” tambah Kosasih.
Bantuan Sembako untuk Warga Lansia
Salah satu aspek yang sangat diperhatikan dalam kegiatan ini adalah pembagian sembako kepada warga lansia di sekitar posko.
Akhmad Kosasih menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk bakti dan ucapan terima kasih PMI kepada masyarakat sekitar.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka yang paling rentan mendapatkan perhatian dan dukungan yang diperlukan,” ujarnya.
Dalam konteks yang lebih luas, PMI Kabupaten Bekasi juga merespon penetapan status tanggap darurat bencana kekeringan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Melalui Posko WASH, PMI menyediakan layanan air bersih dan air minum yang diproduksi secara mandiri untuk membantu daerah-daerah yang terdampak.
“Melalui upaya ini, PMI berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam menghadapi bencana kekeringan. Kami berharap kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi,” katanya.
Suara Warga: Manfaat Nyata dari PMI
Respon positif datang dari warga setempat. Acah (32), salah seorang warga Kampung Tegal Kadu, mengungkapkan rasa syukurnya usai mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
“Saya sedang mengalami sakit asam urat, dan anak saya demam. Pelayanan di sini sangat baik, petugasnya ramah dan membantu,” ungkapnya.
Ani (35), warga lain yang juga merasakan manfaat dari kehadiran PMI, menambahkan, “Sejak PMI hadir di sini, alhamdulillah, kami mendapatkan air bersih gratis. Ini sangat membantu selama masa kekeringan.”
Pernyataan mereka menggambarkan bagaimana PMI tidak hanya hadir sebagai lembaga kemanusiaan, tetapi juga sebagai harapan bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan sehari-hari.
Peringatan HUT ke-79 PMI Kabupaten Bekasi bukan hanya sekadar acara seremonial. Ini adalah momentum bagi semua pihak untuk bersatu dan berkontribusi bagi kebaikan bersama.
Melalui pelayanan kesehatan, bantuan sembako, dan upaya tanggap darurat, PMI menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam masa-masa sulit.
Dengan aksi-aksi nyata ini, PMI tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghidupkan harapan dan rasa solidaritas di tengah komunitas.(*)
