Medan Satria - MediaTitikKarya.Com - Anggota DPRD Kota Bekasi dari partai PAN Pembangunan Dr.H. Abdul Muin Hafied,SE,MPd menyerap sejumlah aspirasi dari masyarakat selama pelaksanaan Reses yang dimulai sejak 7 Juli hingga 12 Juli 2026 mendatang.
Aspirasi tersebut salah satunya datang dari para pengurus Majelis Taklim tingkat RW di wilayah Kelurahan Pejuang. Yang meminta adanya pemberian dana hibah dari pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Bekasi.
Menurut Dr.H. Abdul Muin,SE,MPd usulan permintaan dana hibab muncul karena dana hibah Rp100 juta untuk setiap RW di Kota Bekasi tidak terdistribusi hingga tingkat majelis taklim.
“Jadi sejumlah pengurus majelis taklim terutama di tingkat RW meminta kepada saya agar Pemkot Bekasi memberikan hibah kepada mereka. Alasannya karena majelis taklim tidak mendapat bagian dari dana hibah 100 juta untuk RW di Kota Bekasi,” katanya, kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026.
Bukan itu saja, para pengurus majelis taklim juga mengusulkan penambahan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan majelis taklim yang sangat terbatas.
“Teman-teman majelis taklim juga mengusulkan agar sarana dan prasarana majelis taklim bisa ditambah atau diperbarahui. Karena fasilitas yang ada saat ini banyak yang belum memadahi,” katanya.
Dalam kegiatan resesnya, pria yang akrab disapa Bang Muin tersebut juga menerima aspirasi dari warga. Yang mengeluhkan layanan persampahan yang tidak maksimal.
“Warga mengeluhkan selama ini mobil atau armada pengangkut sampah kerap terlambat datang. Sehingga sampah di lingkungan kerap dalam kondisi menumpuk tidak terangkut tepat waktu,” katanya.
Bang Muin juga mendapatkan aspirasi masyarakat yang menginkan adanya layanan kesehatan gratis. Dengan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Kondisi ekonomi sulit banyak warga yang kesulitan membayar iuran BPJS. Sehingga mereka berharap bisa jadi peserta PBI sehingga bisa gratis mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.
Adapun aspirasi lainnya yang Bang Muin terima yaitu terkait pengelolaan Pasar Pejuang. Di mana warga menilai Pasar Pejuang tidak dikelola dengan baik.
“Saya juga mendapatkan keluhan warga soal pengelolaan Pasar Pejuang karena menurut warga tidak dikelola dengan baik,” katanya.
Bang Muin sendiri berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga yang dia serap melalui kegiatan reses. Sehingga apa yang menjadi keinginnan warga bisa terpenuhi.
“Apa yang bapak dan ibu sampaikan melalui reses, kita tampung dan akan kita perjuangangkan. Mudah-mudahan aspirasi bapak ibu sekalian bisa terealisasi,” ujarnya.
