Kabupaten Bekasi Tambun Utara - MediaTitikKarya.com - Program Indonesia Pintar (PIP) telah berjalan di SDN Satria Jaya 01 termasuk dalam daftar sekolah yang menerima program PIP dari pemerintah Kabupaten Bekasi. Dikawal oleh anggota dewan DPRD Kabupaten Bekasi komisi III Mustakim, S.H. dari fraksi Nasdem hadir secara langsung beserta kepala sekolah H. Misan, S.Pd beserta para wali murid di Kampung Gebang, RT.01, RW.03, Kecamatan Tambun Utara , Bekasi, Indonesia, 17566, SDN Satria Jaya.
Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan tunai pendidikan dari pemerintah Indonesia bagi peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin (pemegang KIP/PKH/KKS) untuk mencegah putus sekolah. Bantuan ini digunakan untuk biaya personal sekolah seperti perlengkapan, transport, dan uang saku.
Dr.H.Saan Mustopa, M.Si. Wakil Ketua DPR RI yang mengusung program PIP sendiri, telah menyalurkan kepada anggota DPRD di setiap wilah agar penyaluran bantuan PIP terpenuhi disetiap dapil mereka. Bapak Mustakim sendiri memberi penjelasan bahwa penyaluran kepada setiap sekolah bersifat selektif, agar penyaluran dana program PIP tepat sasaran bagi keluarga anak-anak yang kurang mampu.
"oleh pimpinam, Saan Mustofa dari DPR RI, program dari beliau, disalurkan kesetiap anggota DPRD di Wilayah Dapil Masing masing agar Tidak Ada Anak yg Putus Pendidikan di Usia Tingkat Sekolah Dasar Negeri Dimana beberapa sekolah yang kita usulkan dan memang selektif, Meski selektif, sekolah sudah memiliki data dari Dinas Pendidikan Siapa Siapa Saja Siswa yang Berhak Menerima PIP dengan pengajuan Surat Pengantar yang di berikan Pihak Sekolah kepada wali murid untuk mengisi Formulir Penerima Bantuan PIP dan diharapkan tersalurkan tepat Sasaran". ujar Mustakim.
Sebanyak 184 siswa-siswi dari kelas 1 sampai dengan Kelas 6 dari jumlah keseluruhan sekitar 700 Siswa dari SDN Satria Jaya 01, menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi dari Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim.
Besaran Dana PIP Secara umum, yang di terima digunakan untuk mendukung keperluan sekolah, seperti pembelian buku, alat tulis, seragam, dan kebutuhan pendidikan lainnya. berdasarkan jenjang pendidikan:
* Siswa SD atau Sederajat Kelas 1 menerima bantuan dengan nominal Rp.225.000/ tahun
* Siswa SD atau Sederajat kelas 2 - kelas 6 menerima bantuan dengan Nominal Rp.450.000/ tahun
Penyerahan beasiswa PIP ini dilakukan secara Simbolis langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim, S.H. kepada Salah Satu Orang Tua Murid di ruang kelas,SDN Satria Jaya 01 Tambun Utara pada Selasa (27/01/2026).
Mustakim menjelaskan bahwa beasiswa PIP aspirasi ini merupakan bentuk kepedulian Wakil Ketua DPR RI dan DPRD Kab.Bekasi untuk memberikan kesempatan kepada siswa-siswi yang belum menerima beasiswa PIP reguler.
"Beasiswa PIP aspirasi diberikan untuk para siswa-siswi yang kurang mampu, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Karawang," kata Mustakim.
Meski begitu, program yang telah berjalan selama ini, harapan dari kekurangan atas penyaluran dari keluarga yang tidak mendapat saat ini, mudah-mudahan akan dapat di penyaluran PIP selanjutnya. Sebab data keluarga siswa yang dipilih oleh sekolah menurut H. Misan, S.Pd sebagai kepala sekolah, penerima PIP yang terpilih adalah keluarga yang ekonominya dibawah rata-rata.
Penerima bantuan PIP siswa disalurkan melalui rekening bank, yaitu BRI dan para orang tua murid dapat mengambil dana yang telah disalurkan dari program PIP langsung melalui bank tersebut atas nama Siswa tersebut.
"Kriteria yang saya pilih adalah kriteria dibawah rata-rata, dimana ekonomi para keluarga murid yang dibawah rata-rata. Untuk penerimaan teknisnya Pihak sekolah sebatas Memberikan *Surat Pengantar* PIP kepada Wali Mulid berfungsi sebagai keterangan resmi dari sekolah yang menyatakan bahwa siswa Aktif benar-benar terdaftar sebagai peserta didik di SDN Satria Jaya 01.
Dana PIP akan disalurkan melalui bank-bank yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Kemendikdasmen dalam Hal ini Bank BRI bahwa peserta didik dalam SK Nominasi harus melakukan aktivasi rekening tabungan atas nama Siswa dalam kurun waktu yang ditentukan.
Aktivasi rekening tabungan perlu dilakukan agar nomor rekening tersebut bisa melakukan transaksi perbankan dan menerima penyaluran dana PIP agar orang tua murid dapat mengambil nya ". Ujar H.Misan, S.P.d
Ketua Komite sekolah SDN Satria Jaya 01 Masda Setyawan,S.E menanggapi program PIP yang telah berjalan dan disalurkan ini serta merasa sangat berterimakasih bahwasanya wali murid dapat tebantu atas bantuan program ini, berharap semoga program PIP ini dapat bermanfaat untuk Siswa - Siswi penerima bantuan.
"alhamdullilah, SDN 01 ini dapat bantuan PIP dari pak dewan, mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat untuk semua murid dan para anggota keluarganya" ujarnya.
Begitupula orang tua murid sendiri, kami yang mewawancarai salah satu orang tua murid penerima bantuan, Arfian Wali murid kelas 5 A, sangat berterimakasih telah mendapatkan bantuan PIP ini. Memuji dan menghargai kerja pemerintah dan bapak Mustakim sebagai anggota dewan yang telah memimpin dan menagayomi masyarakat sekitar, terutama dapilnya.
"Program ini memang sangat membantu sekali, terutama dari pendapatan yang menengah kebawah merasa senang hati menerima bantuan tersebut (PIP). Dengan program Prabowo dan pemerintah yang kompeten dan bukti nyata saat ini. Dengan adanya pak dewan yang mendukung aspirasi semua warga, bukti nyata dari pak dewan mustakim ini memang benar-benar bukti nyata" ujarnya.
Tidak hanya sampai disitu, pujian dan rasa terimakasih terus diujarkan oleh pak Arfian sebagai wali murid yang menerima bantuan (PIP) kepada bapak Mustakim. Berkat bantuan PIP dan penyaluran yang di dampingi langsung oleh anggota dewan Mustakim sendiri yang turun langsung, rasa terimakasih dan pujian terus digaungkannya.
"Dengan kelokasi langsung pak Mustakim, memang salah satu dewan yang mewujudkan dan mengayomi masyarakat sekitar, terutama di dapilnya dia. Dengan adanya bantuan ini, pemerintah memang melihat warga dan masyarakat mengah kebawah ini, bahwa buktinya itu memang nyata" kata Arfin sambil mengebu-gebu.
Tika





