Kota Bekasi - MediaTitikKarya.Com - Viralnya sebuah video yang menggambarkan saat Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, tertidur lelap saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Bekasi terkait pembahasan penyertaan modal daerah, memicu gelombang kritik dan kekecewaan dari publik.
Ironisnya pembelaan membabi buta cenderung tak rasional diungkapkan sejumlah oknum Anggota DPRD Kota Bekasi. Namun berbeda dengan sikap warganet (netizen). Mereka menumpahkan beragam komentar bernada sindiran, satire, bahkan hujatan.
"Kok bisa ya tidur di ruang yang berisik dan banyak orang begitu, apa memang dia pemenang lomba tidur tahun ini ya,"tulis pemilik akun @matadaun pada postingan tik tok.
"Pasti lelah, malam nya abis dugem,"cetus pemilik akun @atepnanang1.
"Bayar PDAM untuk gajih orang tidur," tulis pemilik akun @bran.
"Inalilahi wainailahi rojiun, semoga keluarganya diberi ketabahan,"sindir akun @pawonxavier.
Dan banyak lagi komentar-komentar pedas dari netizen.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, terdengan suara seseorang yang sedang bicara tentang peraturan hukum. Bisa dipahami karena memang dalam rapat tersebut dibahas soal Rancangan Perda Penyertaan Modal untuk BUMD di Kota Bekasi.
Dibelakang Dirut Perumda Tirta Patriot juga nampak sejumlah pejabat memakai baju dinas resmi pemerintah Kota Bekasi nampak serius. Jadi terbantahkan kalau ada pernyataan pembelaan dari anggota dewan bahwa Dirut tertidur saat rapat sedang break (istirahat).
Fakta Kejadian: Momen Istirahat, Bukan Saat Rapat Berlangsung
Misbahudin, yang akrab disapa Bang Misbah, menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Sebagai pimpinan rapat pada saat itu-menggantikan Ketua dan Wakil Ketua Pansus yang terlambat hadir karena urusan mendesak-ia mengetahui persis kronologi kejadian.
Menurut politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra Demokrat ini, momen yang terekam dalam video tersebut terjadi saat rapat sedang diskors untuk istirahat sholat Ashar.
”Jadi tidak benar kalau itu disebut bahwa yang bersangkutan tertidur pada saat rapat resmi sedang berlangsung. Kejadian itu adalah saat break waktu Ashar ketika rapat sedang diskors,” tegas Bang Misbah kepada MediaTitikKarya.com, Selasa (25/11/2025).
Profesialisme peserta rapat Pansus 8
Lebih lanjut, Misbahudin menjelaskan bahwa sebagai pimpinan sidang, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk memantau dinamika forum. la memastikan seluruh peserta, termasuk jajaran direksi BUMD, Tim Analis, dan Tim Naskah Akademik, mengikuti jalannya rapat dengan serius.
Fokus dan Tanggung Jawab Dirut BUMD
Dalam pengamatannya, Dirut Perumda Tirta Patriot justru menunjukkan atensi penuh selama sesi pemaparan berlangsung.
"Saya menilai semua peserta yang hadir, termasuk Dirut Perumda Tirta Patriot, telah mengikuti jalannya rapat itu dengan tertib, fokus, dan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Agenda rapat tersebut dinilai sangat krusial karena merupakan ekspose dari masingmasing BUMD untuk memaparkan rencana global kepada anggota Pansus dan tim konsultan investasi. Oleh karena itu, setiap detik jalannya rapat diawasi dengan ketat.
Imbauan DPRD Kota Bekasi: Hentikan Narasi Menyesatkan
Di akhir keterangannya, Misbahudin menyayangkan beredarnya potongan video yang disertai narasi negatif tersebut. Ia berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persepsi publik dan menghentikan spekulasi yang tidak berdasar.
"Jadi, kami Pansus 8 berharap informasi yang beredar ini dapat diklarifikasi secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif, terlebih dengan narasi sesat yang dibumbui dengan fitnah yang keji,” tutup Misbahudin.
Dengan adanya klarifikasi resmi dari pihak legislatif ini, diharapkan masyarakat Kota Bekasi dapat lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.
Sorotan tajam datang dari mantan Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019–2024, Nicodemus Godjang. Pria yang akrab disapa Bang Nico itu mempertanyakan etika dan motivasi pihak yang merekam serta menyebarkan video dari rapat yang bersifat terbatas tersebut.
Pertanyakan Etika di Rapat Terbatas
Menurut Bang Nico, persoalan utama bukan hanya pada sosok yang terekam dalam video, tetapi pada pihak yang mengambil gambar dan menyebarkannya ke publik. Ia menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran etika kedewanan.
“Jika pelakunya adalah anggota dewan, motivasi penyebarannya harus diklarifikasi. Ini menyangkut etika dan berpotensi melanggar UU ITE,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Ia menegaskan, mekanisme teguran dalam forum resmi seharusnya dilakukan secara langsung, bukan melalui perekaman diam-diam yang kemudian diviralkan.
“Kalau memang ada peserta rapat yang tertidur, ya ditegur saja langsung di forum. Bukan malah direkam lalu disebar. Itu tidak etis sebagai wakil rakyat,” sambungnya.
Bedakan Rapat Terbuka dan Tertutup
Bang Nico turut menjelaskan bahwa rapat Pansus memiliki sifat internal, berbeda dengan sidang paripurna yang terbuka untuk umum. Oleh karena itu, ia menduga adanya kepentingan tertentu di balik viralnya video tersebut.
“Berbeda jika tertidur saat sidang paripurna yang memang terbuka. Ini kan rapat terbatas. Jelas sekali ada motif politisnya,” terang mantan Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi itu.
Desak BK DPRD Lakukan Klarifikasi
Melihat dinamika yang berkembang, Bang Nico meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bekasi segera turun tangan untuk mencari kejelasan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Jika ada yang tertidur saat rapat internal, tegur saja langsung. Jangan malah mendokumentasikan diam-diam lalu menyebarkannya,” tegasnya
Red
