Jakarta - MediaTitikKarya.Com - Telah terjadi aksi demo besar-besaran memprotes kebijakan- kebijakan DPR yang tidak populis dalam menyikapi polemik-polemik sosial oleh masyarakat pada hari hari ini Senin (25/8/2025).
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dari mulai pukul.08:00 wib s/d larut malam.
Sepanjang pemantauan Kami team jurnalis media Titik Karya massa telah di pukul mundur oleh aparat gabungan Kepolisian dan TNI ke berbagai arah. Sehingga massa berubah menjadi"massa mencair" ada yang di pecah ke arah fly over semanggi,palmerah dan terpantau kembali kerumunan massa berada di perempatan fly over bawah petamburan slipi pada pukul.21:50 wib.
Massa aksi demonstrasi tersebut terdiri dari berbagai elemen masyarakat yaitu:massa mahasiswa,ojol, massa pelajar yang terlihat ada yang berjalan kaki dari pancoran dan berbaur dengan massa masyarakat lainnya.
Perihal aksi protes yang berhasil dikonfirmasi di lapangan,dari 2 orang nara sumber yang berinisial(MR dan MP). Bahwasannya kehadirannya dalam aksi demonstrasi tersebut adalah rasa solidaritas terhadap anak bangsa yang kecewa teehadap rezim di karenakan harga-harga naik,ada wacana pajak akan di naikkan terutama terhadap Legislator yang menaikkan tunjangan rumah,beras dllnya.
Yang menurut Saya sangat fantastis dan tidak realistis di karenakan tidak pantas serta layak pada saat"masyarakat menjerit harga-harga dan semua kebijakan- kebijakannya yang tidak populis dengan membuat legislasi-legislasi yang seenaknya menguntungkan oligarki,pungkas Mr. Begitupun dengan MP menyikapi statement dari anggota legislator yang menyepelekan dan tidak perlu guru-guru karena"menjadi beban"!
Karena statemen tersebut tidak relevan dan tidak sesuai fakta yang hanya sembarang bicara!. Tanpa guru-guru,dosen atau pengajar tidak mungkin Kita semua meraih cita-cita serta asa kedepannya, ujar MP lirih kepada media Titik Karya.
Kerumunan massa pun masih berlangsung di sekitaran perempatan Slipi pada pukul. 21:53 wib. Massa tersebut meluapkan rasa ketidak puasannya dengan cara anarchy yaitu merusak fasilitas-fasilitas umum seperti,lampu merah,videotron,mem bakar ban ,memblokade jalan-jalan,melempar aparat dan lain-lainnya.
Sehingga aparat gabungan POLRI & TNI melakukan tindakan- tindakan terukur dan represife untuk "menghalau massa mencair" tersebut.
Sampai berita ini di turunkan kurang lebih pada pukul.22:30 wib,barulah massa yang berkumpul di bilangan perempatan bawah slipi berhasil di rangsek mundur masuk ke jalan Petamburan 5 dengan menggunakan patmor(patroli motor) dan gas air mata oleh kepolisian,sehinnga massa menjadi cair kembali.
(ANY VERA GULTOM & WIDY MARHAEN).
