TAMBUN UTARA - MediaTitikKarya.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (07/07/2025) di Wilayah Kab. Bekasi menyebabkan terjadinya lokasi titik banjir menyebar di 12 kecamatan, antara lain , Kec. Babelan, Tambun Utara, Cikarang Timur, Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Sukakarya. Cibarusah, Serang Baru, Setu, Karang Bahagia, Sukawangi, Kedung Waringin, dengan diperkirakan mengalami ketinggian air 60-80 cm akibat dari curah hujan deras dan Luapan Kali Bekasi.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi menerima informasi bahwa telah terjadi bencana banjir Lokasi Kejadian : Jl. Raya Pisangan Sriamur, Kec. Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat . Selanjutnya bersinergi bersama seluruh Jajaran Muspika Kecamatan Tambun Utara, BPBD, TAGANA, BRIMOB, SATPOL PP, FRB, Relawan , Berjuang Dalam Upaya Penyelamatan Evakuasi Warga Yang Terdampak Banjir. melanda beberapa wilayah Tambun Utara yakni Desa Sriamur, Desa Satria Jaya, Desa Srimukti. Dan Distribusi Logistik Bantuan Pada Selasa (08/07/2025).
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Akhmad Kosasih menuturkan pihaknya telah menerjunkan 10 personel untuk membantu proses evakuasi. Serta mengerahkan empat 3 Perahu Karet, dimana Setiap titik banjir di fasilitasi 1 perahu dan satu unit ambulans untuk melakukan pelayanan asesment pada bencana banjir. “Evakuasi penyintas bencana banjir. Setelah sesampainya di TKP pasukan merah itu dengan sergap dan Cepat Tanggap bergerak menolong para Korban terutama Lansia dan anak anak
"Evakuasi kami fokuskan pada anak-anak dan lansia, juga warga yang sudah mengalami kesulitan untuk keluar dari rumahnya," ujarnya.
Ahmad Kosasih dalam hal ini menyampaikan, banjir di Desa Satriajaya menggenangi wilayah perumahan di enam RT dan satu RW, dengan jumlah warga terdampak sekitar 220 Kepala Keluarga (KK).
Kemudian di Desa Sriamur banjir terjadi di wilayah RT 01/RW 01, dengan jumlah warga terdampak mencapai 40 Kepala Keluarga. Dengan Total secara keseluruhan Terdampak 350 KK dan 560 jiwa.
"Kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak banjir yakni makanan siap saji dan air minum, obat-obatan dan vitamin, selimut dan alas tidur, perlengkapan bayi dan wanita dan pakaian bersih," katanya.
Ya, Posko utama diaktifkan penuh dan layanan informasi darurat dibuka untuk masyarakat," ujarnya.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Tambun Utara,
Abdul Rahmat menambahkan, Pemerintah Kecamatan Tambun Utara terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanggulangan banjir akibat luapan Kali Bekasi tersebut.
"Kami ingin pastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak banjir agar dapat terpenuhi secepat mungkin. Semoga banjir cepat surut dan warga bisa beraktivitas kembali," pungkasnya.
"Total ada 23 desa/kelurahan di Kabupaten Bekasi yang tercatat mengalami genangan banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 cm hingga lebih dari satu meter," terangnya.
Akibat banjir ini, sebanyak 1.847 jiwa dari 463 KK harus mengungsi ke 6 titik pengungsian yang disiapkan BPBD Kabupaten Bekasi dan pemerintah setempat.
Red

