Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Seorang Anak Aniaya Ibu Kandung, Alit Jamaludin : kasus kekerasan berbasis ekonomi minta Pemkot bangun sistem perlindungan sosial yang lebih kokoh

| 6/23/2025 09:11:00 AM WIB Last Updated 2025-06-27T04:31:08Z

 




 






Bekasi Timur - MediaTitikKarya.com - Beberapa Hari yang lalu Viral video yang sempat beredar di media sosial, seorang pemuda berinisial MIE (23) tampak memukul ibunya, Melakukan tindak kekerasan, menggunakan sandal. Video tersebut diunggah akun Instagram @its.mako, dan langsung memicu kemarahan publik.







Aksi kekerasan yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya di kota bekasi mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Kejadian ini bukan hanya mencoreng nilai kemanusiaan, tetapi juga membuka fakta menyedihkan soal persoalan ekonomi dan sosial yang masih membelenggu sebagian warga.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Perumahan Irigasi, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Minggu (22/6/2025).


Kepolisian bergerak cepat. Tak lama setelah video tersebar, Polsek Rawalumbu berhasil mengamankan pelaku. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa pemicu kekerasan tersebut adalah permintaan uang sebesar Rp30 ribu yang tidak dipenuhi oleh sang ibu. Ironisnya, baik pelaku maupun korban sama-sama dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan.


Peristiwa Penganiayaan tersebut menyita perhatian Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin , yang langsung mendatangi lokasi rumah korban dan pelaku kejadian. Ia bertemu dengan korban dan berdialog dengan jajaran RT/RW, pihak kelurahan, dan kecamatan setempat.

Alit mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, ini adalah potret buram realitas sosial yang selama ini sering luput dari perhatian.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi ini. Bukan hanya karena kekerasannya, tapi karena ini menunjukkan bahwa banyak keluarga di Kota Bekasi yang masih terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan keterbatasan akses sosial. Ini tragedi kemanusiaan yang tidak bisa kita biarkan berulang,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kesejahteraan sosial. Menurutnya, hadirnya program bantuan atau intervensi dari dinas terkait seperti Dinas Sosial harus bersifat preventif, bukan hanya reaktif.


“Kita butuh pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh akar masalah. Jangan sampai kasus seperti ini dianggap insiden biasa. Pemerintah daerah, khususnya dinas sosial teknis, harus lebih aktif menjangkau keluarga-keluarga rentan kemiskinan. Ini tugas dan tanggung jawab kita bersama,” tegas Alit.



Lebih lanjut, Alit juga menilai pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih kokoh. Tanpa itu, kasus-kasus kekerasan berbasis ekonomi berisiko terus berulang di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Tutupnya.


RED

×
Berita Terbaru Update