Kota Bekasi - MediaTitikKarya.Com -Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia,SH,M.M mendorong Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) untuk segera membangun pusat rehabilitasi anak, khususnya bagi korban dan pelaku kekerasan seksual.
Adelia menilai tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Kota Bekasi menjadi alarm penting untuk menyediakan layanan pemulihan psikologis yang memadai. Ia menekankan pentingnya keberadaan fasilitas rehabilitasi guna membantu anak-anak memulihkan trauma secara optimal.
“Harapan kami adanya tempat rehabilitasi bagi korban dan pelaku anak. Outcome yang kami kejar adalah bagaimana memutus mata rantai kekerasan ini dengan mengejar golden time mereka dalam pemulihan,” ujar Adelia
Ia kembali mengingatkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak bukan hal baru dan tidak bisa dianggap sepele.
Menurutnya, peristiwa semacam ini sering kali terjadi dan menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
“Karena kasus seperti ini, bukan sekali dua kali sudah sering sekali dan ini musuh dalam selimut, jangan lupa anak-anak di Kota Bekasi saat ini adalah pemegang tongkat estafet masa depan Kota Bekasi selanjutnya,” ucapnya.
Ia Menegaskan, anak-anak yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual, baik sebagai korban maupun pelaku, membutuhkan pendampingan psikologis jangka panjang untuk mencegah dampak trauma seperti PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).
“Tempat rehabilitasi harus memiliki psikiater dan psikolog anak yang mumpuni. Ini penting agar penanganan trauma mereka tuntas,” Tegasnya.
Selain rehabilitasi, Adelia juga menekankan perlunya sosialisasi tentang pola asuh (parenting) secara masif. Menurutnya, peran orang tua sangat krusial dalam mencegah perilaku menyimpang anak di tengah lingkungan sosial.
“Sosialisasi parenting sangat penting, terutama di Kota Bekasi yang angka fatherless-nya cukup tinggi. Orang tua harus tahu porsinya dalam mendampingi anak-anak mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, politisi Fraksi Golkar itu menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi harus bersikap serius dan maksimal dalam menangani persoalan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Ia memperingatkan bahwa jika hal ini tidak ditangani dengan sungguh-sungguh, maka impian Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi wacana kosong.
“Kalau misalkan Pemkot Kota Bekasi dan seluruh jajarannya yang turun, tidak maksimal ya, kita bisa bilang generasi emas 45 itu hanya angan-angan belaka saja,” tegasnya.
Secara terpisah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan arahan untuk menyiapkan pendampingan menyeluruh bagi korban, baik dari sisi psikologis maupun, jika diperlukan, aspek hukum. Bekasi regency property
“Kami akan libatkan tenaga psikolog untuk mendalami lebih jauh kondisi kejiwaan anak-anak yang terlibat. Jika ditemukan celah hukum, kami siap memberikan dukungan dari aspek yuridis,” tutupnya.(ADV)
