Notification

×

Iklan

Iklan

| 9/08/2026 11:06:00 AM WIB Last Updated 2026-09-08T04:13:45Z

 





Menyambut HUT ke-81 Palang Merah Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi membangun instalasi pengolahan air bersih dan air siap minum dengan mengubah sumber air danau buatan melalui teknologi 'water sanitation hygiene promotion'. darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Instalasi tersebut dibangun untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekitar.


“Dalam ulang tahun PMI yang ke-81 ini, kita dalam keadaan siaga bencana El Niño. Jadi kita lebih titik berat memberikan peningkatan pelayanan, distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak,” ujar Ahmad Kosasih.


Ketua PMI Kabupaten Bekasi Ahmad Kosasih mengungkap, melalui sistem penyaringan yang higienis, fasilitas ini tak hanya menyediakan air bersih untuk kebutuhan mandi dan cuci, tetapi juga air yang langsung aman diminum. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di daerah rawan kekeringan.

"Air danau buatan kita olah menjadi air bersih maupun air siap minum untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan," kata Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih di Cikarang, Jumat (4/09/2026)



Instalasi yang direncanakan beroperasi selama satu bulan ini dirancang untuk mendampingi BPBD dalam menanggulangi krisis air. Dengan kapasitas produksi mencapai 100.000 hingga 150.000 liter per hari, PMI optimistis pasokan air dapat memenuhi kebutuhan harian warga di wilayah sasaran.


“Kapasitas kami bisa sampai 100.000 liter per hari. Kalau mau memenuhi 150.000 liter juga bisa, hanya produksinya perlu diistirahatkan,” tambahnya.


Pelayanan ini menyasar empat kecamatan prioritas, yaitu Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah, dan Bojongmangu. Selain mengerahkan empat unit armada tangki, PMI juga mengizinkan warga mengambil air secara mandiri di lokasi instalasi tanpa biaya.



“Masyarakat bisa mengambil langsung ke situ, baik menggunakan mobil kecil maupun motor. Dengan catatan air tersebut untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan,” tutup Ahmad Kosasih. 




Dia mengatakan, instalasi WASH melalui sistem penyulingan ini memanfaatkan sumber air melimpah di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Infrastruktur tersebut segera beroperasi dan diproyeksikan melayani kebutuhan air masyarakat selama satu bulan ke depan.


Sumber air di kawasan bekas galian pasir tersebut dipilih karena debitnya masih cukup besar meski kemarau. Pengolahan air danau ini dengan mekanisme serupa pernah dilakukan saat musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Bekasi tahun 2023 silam.


Dirinya memastikan air dari sumber tersebut telah menjalani pengujian laboratorium sebelum pembangunan instalasi untuk dimanfaatkan kemudian. Hasil pengujian menunjukkan air memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk tidak ditemukan bakteri Escherichia coli (E.coli).


"Airnya bagus, sudah diuji lab, bakteri E. coli-nya juga bersih, tidak ada. Tinggal kita proses untuk persiapan air bersih maupun air minumnya. Sebelum dinyatakan aman untuk diminum, kami terlebih dahulu melakukan proses pengolahan maupun sanitasi hingga memenuhi ketentuan higienis," katanya.



Instalasi pengolahan air 'Water Sanitation Hygiene Promotion' di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi,



 PMI Kabupaten Bekasi mendirikan instalasi pengolahan air darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Fasilitas ini memanfaatkan sumber air dari bekas galian pasir yang terbukti memiliki debit tinggi selama kemarau. Hasil uji laboratorium juga mengonfirmasi bahwa air di lokasi tersebut aman dan steril dari bakteri E. coli.

×
Berita Terbaru Update