Notification

×

Iklan

Iklan

ARH Penunjukan Dirtek PDAM Tirta Patriot, pengisian posisi berdasarkan kompetensi, pengalaman, integritas, serta kemampuan manajerial yang memadai mampu menyelesaikan air yang keruh hingga pasokan air yang kerap mati di sejumlah wilayah

| 6/28/2026 05:37:00 PM WIB Last Updated 2026-06-28T14:18:38Z

 




KOTA BEKASI MediaTitikKarya.Com — Kegiatan Mancing Bareng (Mabar) yang digelar Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Bekasi Utara, Minggu (28/6/2026), berlangsung dalam suasana akrab dengan melibatkan kader, pengurus, simpatisan, dan masyarakat.


Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi politik sekaligus membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian publik di Kota Bekasi.


Di sela kegiatan, Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, H. Arif Rahman Hakim, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga soliditas internal partai, sekaligus menanggapi proses pemilihan Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Patriot yang saat ini menjadi sorotan masyarakat.



Menurut Arif, kegiatan Mancing Bareng bukan semata-mata forum konsolidasi politik karena agenda penguatan organisasi telah rutin dilakukan dalam berbagai kesempatan.


Ia menilai kegiatan tersebut lebih diarahkan sebagai ruang kebersamaan untuk mempererat hubungan antarkader, pengurus, dan masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu partai.



“Momentum seperti ini penting untuk menjaga silaturahmi, membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mengingat nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi pengabdian kami,” ujarnya.



Terkait Menanggapi proses pengisian Penunjukan jabatan Dirtek PDAM Tirta Patriot, Arif menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan masih sepenuhnya menjadi kewenangan pihak eksekutif. Hingga saat ini, DPRD, khususnya Komisi III, belum menerima informasi resmi mengenai perkembangan proses tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah untuk menentukan sosok yang dinilai layak mengemban jabatan tersebut.

“Ya, ini kan progress Dirtek ini masih ranahnya di eksekutif. Jadi memang sampai sekarang kami tidak pernah dapat informasi, tetapi kami berpesan terhadap semua eksekutif untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Hingga kini, Komisi III DPRD Kota Bekasi mengaku belum menerima informasi resmi mengenai tahapan maupun perkembangan proses seleksi tersebut.


Apalagi hari ini kita dengar di beberapa daerah di Bekasi ada air yang mati. Siapapun Dirtek yang akan dipilih oleh eksekutif, saya rasa harus bisa menunjukkan kinerja yang baik terhadap masyarakat Kota Bekasi. Kami enggak ada masalah tidak dilibatkan, tetapi kami pengen yang terbaik tentunya yang kita harapkan,” tutur Arif.


Menurutnya, jabatan Direktur Teknik merupakan posisi strategis yang tidak boleh diisi secara sembarangan karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa sosok yang dipilih nantinya harus memiliki kompetensi, pengalaman, serta kemampuan manajerial yang baik agar nantinya mampu menjawab berbagai persoalan serta meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat di Kota Bekasi.

Ia menilai jabatan Direktur Teknik memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan pengelolaan infrastruktur dan distribusi air bersih. Oleh sebab itu, pengisian posisi tersebut harus didasarkan pada kompetensi, pengalaman, integritas, serta kemampuan manajerial yang memadai.

Ia juga menyoroti masih banyaknya keluhan warga, khususnya di wilayah Bekasi Utara, terkait distribusi air bersih, mulai dari air yang keruh hingga pasokan air yang kerap mati di sejumlah wilayah. Persoalan tersebut, kata Arif, menjadi salah satu aduan yang paling sering diterima oleh Komisi III DPRD Kota Bekasi.

Karena itu, ia berharap pihak eksekutif benar-benar mempertimbangkan aspek profesionalitas dalam menentukan Dirtek PDAM Tirta Patriot. “Orang yang punya skill di bidangnya lah, jangan ujuk-ujuk,” tegasnya, seraya menekankan bahwa sosok yang terpilih nantinya harus memiliki kemampuan, pengalaman, dan rekam jejak yang baik agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Bekasi.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi melalui kepemimpinan yang profesional di tubuh perusahaan daerah tersebut.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Bekasi benar-benar mengedepankan prinsip profesionalisme dalam menentukan Direktur Teknik PDAM Tirta Patriot.


“Yang dibutuhkan adalah orang yang memang memiliki kemampuan dan keahlian di bidangnya, bukan sekadar ditunjuk tanpa kompetensi.


Rekam jejak, pengalaman, dan kapasitas harus menjadi pertimbangan utama agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Bekasi semakin baik,” tegas Arif.

×
Berita Terbaru Update