Tambun Utara - mediatitikkarya.Com - Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Fraksi Golkar Muhtada Sobirin,S.Ag. Menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan MUSRENBANG Tingkat Kecamatan Tambun Utara Tahun Anggaran 2027.
Juga Di Hadiri Seluruh Jajaran FORKOPIMCAM Tambun Utara. Diantara nya Tim Monitoring (Jajaran SKPD Kabupaten Bekasi ) Serta Anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Para Tokoh Masyarakat , Alim Ulama, Unsur Pendidikan Organisasi Kemasyarakatan, PKK, dan Berbagai Elemen Masyarakat Lain nya . Acara di Laksanakan di Gedung Serba Guna Kecamatan Tambun Utara. Pada Kamis (5/02/2026)
Beberapa Usulan Masyarakat di Paparkan Langsung Oleh Camat Tambun Utara Untuk Rencana Pembangunan Di Tahun 2027, Yang Telah Di Rangkum Dan Di Serah Terimakan Kepada Bappeda Kab Bekasi.
Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar mendorong agar dilakukan secepat nya normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi segera dilakukan untuk meminimalisir banjir.
Pernyataan itu disampaikan usai Musrenbang di kecamatan tambun utara dan banjir melanda daerah pemilihannya (Dapil) IV, yang meliputi Kecamatan Tambun Utara, Tambelang, Sukawangi, dan Sukatani.
“Pertama, saya melihat kendalanya ini selain faktor hujan, juga di Kali Bekasi. Saya sampaikan Kali Bekasi ini perlu di normalisasi dari hulu sampai hilir. Dan Kali Bekasi kita ini kan banyak juga yang jadi hambatan,” ujar Muhtada.
Tak hanya Kali Bekasi, politikus Partai Golkar ini menyoroti wilayah utara Kabupaten Bekasi yang dialiri Kali Busa atau Kali Jatimulya. Aliran sungai ini berasal dari Kota Bekasi, masuk ke Jatimulya, kemudian ke Kali Tengah, Gabus Tambun Utara, dan selanjutnya ke Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).
“Jadi ada tiga pertemuan kali (sungai), ini semua bermuara di utara karena dulu muaranya aliran-aliran itu, yang masuknya ke persawahan. Nah, sekarang kan sawahnya itu berubah menjadi permukiman penduduk (perumahan), jadi kali-kali itu perlu dinormalisasi menurut saya,” ungkapnya.
Dengan normalisasi sungai, Muhtada meyakini banjir dapat diminimalisir. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi ini menambahkan, semakin banyaknya area resapan yang beralih fungsi menjadi permukiman membuat titik banjir terus meluas.
“Saya sudah sampaikan soal normalisasi-normalisasi terutama Kali Bekasi. Memang Kali Bekasi itu kewenangannya pusat, tapi kita memberikan masukan agar itu dinormalisasi. Ratusan rumah yang tergerus longsornya sungai Kali Bekasi, itu juga perlu dikasih solusi,” jelas politikus asal Gabus Tambun Utara itu.
