Bekasi Barat - mediatitikkarya.com - Kota Bekasi - Reses Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi Faisal di laksanakan di sekretariat RW 08 Jl. Alhidayah II Rawa Bebek Bendungan RT 05/08 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Bekasi Barat pada Jumat Malam (01/11/2024).
Acara Reses ini juga di hadiri oleh sejumlah stakeholder Camat Bekasi Barat Ridwan AS ,SH,MSi , perwakilan Kelurahan Kota Baru Ahmad Sholeh , ketua rw se- kecamatan Bekasi Barat ketua RW 08 Suwarno, Ketua RW 14 Bintara Lakno ,Ketua RT 05 Dul Khoir, ketua DKM , ketua LPM, ketua Karang taruna Kota Baru Ahmad Firdaus , Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Barat Fikih Hidayatullah, Ketua Karang Taruna unit 08 M.Nawawi , Tokoh Masyarakat M.Syarif, Tokoh Masyarakat Hambali , Ketua Posyandu se- Kelurahan Kota Baru, Ketua PKK se - kelurahan Kota Baru.
Pada Saat Reses I menjaring Aspirasi Masyarakat selesai di wawancarai awak media Faisal,S.E. Menurutnya, warga sangat antusias menginginkan memiliki ada Dana Hibah, Namun, Faisal mengajak warga untuk memikirkan program yang lebih terkhusus seperti pembangunan Saluran dan penataan trotoar, Jalan umum dan persoalan Pasar Kranji.
“Saya coba menarik ke yang lebih jauh lagi. Misalnya yuk kita rapihin wilayah dengan membangun trotoar yang baik, gitu kan. Atau yuk sama-sama kita fokus bagaimana persoalan pasar keranji ini Cepat selesai gitu,” ujarnya.
Para Pengurus ketua RW agar aspirasi bisa terealisasi dan terlaksana dengan baik untuk mendapatkan aspirasi berupa Dana Hibah mereka harus mempersiapkan proposal masing-masing RW se - kecamatan Bekasi Barat sesuai dengan kebutuhannya nanti akan kita rekap untuk menjadi laporan hasil Reses dalam menjaring Aspirasi Masyarakat yang akan nanti kami dorong ke pemerintah melalui Sidang paripurna dalam proses Perencanaan dan penganggaran lalu diserahkan ke badan Bappelitbang
"Insyaallah Akan diprioritaskan bantuan terkait Dana hibah pencairan di 2026. Diharapkan tahun 2025 kalian para ketua RW buatlah proposal tentang perencanaan barang apa saja mau di belanjakan. Untuk Dana hibah bapak ibu sekalian tidak perlu repot saya yang akan buatkan proposal nya temen temen cukup stempel dan tandatangan agar Tahun 2026 dapat terealisasikan. dengan dibarengi meluncurkan Penerbitkan SK calon penerima Dana Hibah tersebut. Jangan khawatir Bagi para warga Bekasi Barat yang belum terima dana hibah di 2024. Akan kami tampung dan kami rekap, Insyaallah akan kami usahakan dengan meng gelontorkan dibulan Januari 2026 paling tidak akan terima sebanyak 150 titik terlebih dahulu ." Tuturnya
Faisal juga mengingatkan dan me warning bahwasanya dalam penggunaan Anggaran Dana hibah itu tidak boleh dipakai ke dalam pembangunan tetapi hanya bisa dana hibah hanya boleh dibelanjakan untuk pembelian barang inventaris misalnya terserah mau di belanjakan seperti kursi, tenda, meja, laptop, AC dapat di ruangan Sekretariat yang penting "inventaris" untuk kepentingan dan kebutuhan perlengkapan warga kota Bekasi Barat
Legislator Wakil Ketua II DPRD kota Bekasi Faisal,S.E. juga akan mengupayakan ketersediaan lapangan pekerjaan . Bagi Perusahaan Perusahaan sekitar tentu nya mereka memiliki CSR, nah CSR itu di pergunakan dalam bentuk meng apresiasi warga sekitar yang di anggap bisa bekerja membuat suatu kerjasama atau MOU dengan pihak perusahaan terkait agar warga lokal, khususnya di wilayah Bekasi Barat anak anak generasi muda gen Z dan Milenial agar bisa mendapatkan pekerjaan.
Ia mengatakan memberikan Jalan Keluar dengan cara Solusi lokalisasi . "per RW bagi setiap RW yang merasa di RW-NYA ada peluang bagi anak muda yang ingin bekerja di perusahaan atau pabrik bisa dicatat oleh RW nya dan merasa ada warganya yang juga sanggup bekerja dicatat oleh RW nya nanti akan kita upayakan untuk mereka Generasi muda mendapatkan pekerjaan.
Dirinya akan memanggil pihak perusahaan, untuk mendiskusikan alokasi lowongan pekerjaan bagi warga lokal yang memiliki potensi dan kemampuan kerja.
"Tadi sederhana aja jalan keluarnya tidak bertele-tele kita langsung jadi nanti direksinya perusahaan tersebut akan saya panggil. Saya akan banyak bertanya tentang kapasitas pekerja di tempat mereka. Dan berapa persen mereka sudah memasukkan warga sekitar. itulah pintu masuk kita untuk memaksa tanda kutip yang "positif" . Agar perusahaan-perusahaan ini memperhatikan warga sekitar Khususnya yang punya potensi,” pungkasnya.
(TIKA)



