Notification

×

Iklan

Iklan

Jaga Ketahanan Pangan Partai Ummat rayakan Panen Padi, Dorong pengembangan teknologi pertanian adaptif pertimbangkan produktivitas Padi Meningkat

| 10/28/2026 06:09:00 PM WIB Last Updated 2026-10-28T11:22:33Z

 



Sukatani - MediaTitikKarya.Com - Komitmen untuk mendekatkan gerakan politik dengan kebutuhan masyarakat diwujudkan Partai Ummat melalui kegiatan Panen Raya Padi Bersama di RW 02, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/10/2026).


Kegiatan ini menjadi langkah awal Partai Ummat dalam menghadirkan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, khususnya para petani yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan.



Panen raya tersebut dihadiri Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar, S.H., Ketua Program dr. Firdaus Jaya Permana, MARS, perangkat Desa Sukamulya, serta warga masyarakat setempat.


Heikal Safar menegaskan, kegiatan panen raya ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan Partai Ummat dan diharapkan menjadi awal dari gerakan serupa di berbagai daerah di Indonesia.


“Kegiatan ini adalah Panen Raya Partai Ummat yang pertama kali dan insya Allah akan berlanjut ke seluruh daerah, tentunya di 38 provinsi. Berlanjut terus, karena supaya ada kegiatan-kegiatan yang benar-benar membumi”, ujar Heikal.




Menurut Heikal, keterlibatan langsung dalam kegiatan pertanian merupakan salah satu upaya untuk memastikan bahwa gerakan politik tidak hanya hadir dalam ruang-ruang formal, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.


Ia menilai sektor pertanian perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, keberadaan petani sebagai pelaku utama dalam penyediaan pangan harus menjadi bagian penting dari perhatian dan perjuangan politik.


“Kita ingin sebuah pergerakan politik itu benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Dan yang paling fundamentalis adalah di bidang pertanian, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Di sinilah kita, khususnya Partai Ummat, perlu fokus terhadap pejuang atau para petani”, imbuh Heikal.




Sementara itu, Ketua Program dr. Firdaus Jaya Permana, MARS, menyoroti kebutuhan petani terhadap dukungan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, sebagian petani masih mengandalkan metode manual sehingga diperlukan pendekatan yang mampu meningkatkan efektivitas kerja tanpa mengabaikan keterlibatan tenaga manusia.


“Ya, mungkin keluhan petani masalah teknologi pertanian ya karena sebagian mereka sekarang masih manual. Nah, mungkin aspirasinya tadi bahwa ada semi mekanikal. Jadi ada yang manual, ada yang dengan mesin gitu. Kalau semua dengan mesin, mereka tidak mau juga karena sumber daya manusia tidak terpakai”, ujar Firdaus.


Aspirasi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan teknologi pertanian yang adaptif, dengan mempertimbangkan produktivitas sekaligus keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.


Melalui panen raya bersama ini, Partai Ummat berharap kegiatan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dapat terus dikembangkan di berbagai daerah. Selain menjadi momentum kebersamaan dengan petani, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mendengar aspirasi serta memahami tantangan yang dihadapi masyarakat di sektor pertanian.


Dengan menjadikan pertanian sebagai salah satu fokus perhatian, gerakan politik diharapkan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong perhatian yang lebih nyata terhadap kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pangan nasional.

Harga Pangan Terjangkau, Petani Mendapat Harga Layak

Selain menyoroti teknologi pertanian, Heikal Safar menyampaikan harapan agar kebijakan pangan mampu menjaga keseimbangan kepentingan konsumen dan produsen. Masyarakat membutuhkan harga pangan yang terjangkau, sementara petani harus memperoleh harga gabah yang layak agar hasil kerja mereka memberikan kesejahteraan.

“Harapannya, harga untuk masyarakat kita murah dan harga gabah untuk petani tidak ditekan, layak, artinya bisa sejahtera untuk semuanya,” ujarnya.

Pesan tersebut menyoroti persoalan mendasar dalam tata kelola pangan, yakni bagaimana menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat tanpa mengorbankan pendapatan petani. Keseimbangan keduanya menjadi faktor penting dalam menopang keberlanjutan produksi pertanian.

Bagi petani, keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh jumlah hasil yang diperoleh, tetapi juga oleh harga jual, biaya produksi, ketersediaan tenaga kerja, serta kepastian pasar. Karena itu, hasil panen yang baik perlu diikuti tata niaga yang adil agar kerja keras petani berujung pada pendapatan yang layak.

Safari Pertanian Direncanakan Berlanjut ke Daerah Lain

Firdaus menjelaskan, kegiatan di Sukatani bukan menjadi satu-satunya lokasi pelaksanaan program. Ia menyebut rangkaian kegiatan serupa direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah, termasuk Karawang, Sukabumi, hingga Aceh, sebagaimana disampaikan dalam wawancara tersebut.

“Ini bukan satu-satunya tempat kita laksanakan. Bukan sampai ke Karawang, sampai ke Sukabumi, beliau terus ke Aceh. Ini dalam perjalanan safari, mungkin akan berlanjut ke tempat lain,” tutur Firdaus.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirangkaikan dengan makan bersama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama petani dan warga.

Rencana perluasan kegiatan itu, menurut Firdaus, menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pertemuan dengan masyarakat sekaligus mendengarkan aspirasi petani di berbagai wilayah.

Meski demikian, tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan petani akan menjadi hal penting untuk melihat sejauh mana kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pertanian.

Pertanian Bekasi di Tengah Perubahan Wilayah

Pelaksanaan panen raya di Desa Sukamulya mengingatkan bahwa Kabupaten Bekasi tidak hanya bertumpu pada sektor industri dan jasa. Lahan pertanian serta masyarakat yang menggantungkan hidup pada kegiatan bercocok tanam tetap menjadi bagian penting dari struktur ekonomi daerah.

Di tengah pertumbuhan kawasan permukiman dan industri, keberlangsungan pertanian membutuhkan perhatian terhadap produktivitas, perlindungan lahan, kepastian usaha tani, ketersediaan teknologi yang sesuai, serta kelayakan harga hasil panen.

Panen raya Partai Ummat di Sukatani menjadi ruang untuk mengangkat kembali posisi petani dalam agenda pembangunan. Namun, arti penting kegiatan tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari pelaksanaan seremoni, melainkan juga dari konsistensi tindak lanjut terhadap kebutuhan dan kesejahteraan mereka.

Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak cukup ditopang oleh ketersediaan hasil panen. Keberlanjutannya juga bergantung pada lahan pertanian yang terjaga, teknologi yang tepat guna, pasar yang memberikan kepastian, harga yang adil, serta kesejahteraan petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional.


RED

×
Berita Terbaru Update