Notification

×

Iklan

Iklan

BPH Migas Blokir 307.107 QR Code Ilegal BBM Subsidi

| 7/16/2026 08:14:00 PM WIB Last Updated 2026-07-16T13:14:53Z

 





Jakarta - MediaTitikKarya.Com - Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan anomali itu ditemukan berupa kendaraan yang sama melakukan transaksi pembelian BBM subsidi lebih dari sekali dalam sehari dengan QR code berbeda.


"Artinya, ini sebagai contoh saja, antara laporan itu selama satu bulan (kendaraan dengan pelat nomor) BM XX0, itu transaksinya hampir 2.560 dengan QR Code yang beda per hari transaksinya, bisa 1 sampai dengan 3 kali ini. Ini contoh-contoh terjadi anomali di dalam pemanfaatan teknologi yang perlu kita memutakhirkan bersama," ujar Wahyudi 



Jumlah pemblokiran menurutnya terus naik karena ada QR Code yang ilegal. Langkah pemblokiran tersebut menurut Wahyudi merupakan upaya agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.


"Kemudian sebelah kanan kita juga terus melakukan optimalisasi agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Itu kita melakukan pemblokiran hampir 307.107 QR Code. Dan ini continue terus bergerak dan naik karena adanya QR Code yang diproduksi secara ilegal dan seterusnya," kata Wahyudi dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2026).


Di samping itu, Wahyudi menjelaskan bahwa mulai 2026 BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga sedang menyiapkan sistem QR Code yang lebih baik. Hal ini dilakukan agar ke depannya QR Code tak dapat dipalsukan.




"Jadi ini kita siapkan pondasi enterprise data warehouse yang nanti akan terintegrasi dengan Pertamina Patra Niaga sebagai contoh nanti QR Code akan kita kelola bersama sehingga ke depan hasil evaluasinya ini dapat dijadikan sebagai acuan agar QR Code ini tidak dapat diduplikasi," ujarnya.


Dari berbagai sidak ke beberapa daerah yang dilakukan Wahyudi, ia menyebut memang ada modus penggunaan QR Code ilegal untuk membeli BBM subsidi secara berulang.


Selain itu, Wahyudi juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah BBM hasil penindakan penyalahgunaan sudah lebih dari 400 ribu liter.


"Jadi ini intensitasnya cukup lumayan besar. Jumlah untuk BBM yang disita itu kurang lebih 479.267 liter. Ini cukup lumayan besar pada periode 2026 ini," kata Wahyudi.

×
Berita Terbaru Update