BEKASI ,MediaTitikKarya.Com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui kegiatan Konsolidasi Ketahanan Pangan BPPN DPC PKS se-Kabupaten Bekasi yang berlangsung di Kantor DPD PKS Kabupaten Bekasi, Ruko Sentra Niaga Kalimas, Tambun Selatan, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, para Duta Tani dari setiap DPC PKS, serta kader dan pengurus partai.
Ketua BPPN PKS Kabupaten Bekasi, M. Fauzan, menyampaikan bahwa konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat jaringan program ketahanan pangan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, kegiatan serupa nantinya juga akan dilaksanakan di masing-masing DPC agar program dari tingkat DPW maupun DPP dapat berjalan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
Ia menegaskan, PKS ingin berperan tidak hanya dalam bidang politik, tetapi juga ikut terlibat dalam pembangunan masyarakat, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui kerja sama dengan dinas terkait.
Fauzan menilai Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar di sektor pangan. Wilayah utara seperti Babelan dinilai unggul dalam pertanian, sedangkan wilayah selatan memiliki potensi di bidang peternakan dan hortikultura, termasuk budidaya melon dan anggur. Untuk itu, PKS membentuk Duta Tani di setiap kecamatan guna mengembangkan potensi lokal masing-masing wilayah.
Selain itu, PKS juga berencana mengadakan pelatihan praktik pertanian dan budidaya secara langsung agar masyarakat mampu menerapkannya secara mandiri di lingkungan tempat tinggal mereka.
Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Akhmad Hisyam, berharap gerakan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia pertanian dan aktivitas bercocok tanam.
Sementara itu, Duta Tani DPD PKS Kabupaten Bekasi, Ridwan Setiawan, mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga melalui konsep pekarangan hijau. Menurutnya, pemanfaatan lahan sederhana dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih asri dan hemat biaya.
Ridwan juga menyebut program tersebut dapat menjadi sarana edukasi masyarakat sekaligus melahirkan kader-kader yang mandiri dan produktif.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Ani Rukmini, M.I.Kom, menilai program ketahanan pangan yang digagas PKS selaras dengan tema Milad PKS ke-24 yang menitikberatkan pada isu pangan, energi, dan ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa gerakan tersebut sejalan dengan bidang kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi yang membidangi sektor pertanian dan pangan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara kolektif.
Ani turut mengingatkan pentingnya menjaga sektor pertanian dan perikanan di tengah perubahan budaya serta alih fungsi lahan yang terus terjadi di Kabupaten Bekasi. Ia menegaskan bahwa konsep ketahanan pangan saat ini tidak harus selalu bergantung pada lahan persawahan, tetapi juga dapat dimulai dari pemanfaatan pekarangan rumah dan lingkungan sekitar.
Ia berharap kegiatan konsolidasi tersebut menghasilkan langkah nyata di masyarakat, termasuk terbentuknya kelompok-kelompok tani yang memiliki legalitas dan mampu bergerak secara berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Tika

