Notification

×

Iklan

Iklan

| 5/06/2026 06:59:00 PM WIB Last Updated 2026-05-06T11:59:30Z

 



3.000 Siswa Bisa Sekolah Gratis di SMP Swasta


SPMB Didesak Transparan


BEKASI SELATAN - Seleksi jalur prestasi di momen pendaftaran siswa baru (SPMB) tahun ini makin ketat. Selain nilai rapor dan poin prestasi, tahun ini poin seleksi akan ditambah dengan 

nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT).


Polemik di setiap momen SPMB harus bisa disudahi, harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Pemkot Bekasi menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.


"Tidak ada titipan, tidak ada orang dalam, dan semua harus sesuai dengan lokasi antara siswa dan sekolahnya," kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5).


Beberapa peristiwa terpotret pada pelaksanaan SPMB tahun lalu, dimana pendaftar gagal Login serta eror pada saat proses pendaftaran online, verifikasi akun pendaftaran yang dinilai cenderung lamban, hingga kecurigaan orangtua siswa mengenai manipulasi nilai rapor. Sederet persoalan ini mesti menjadi evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi di tahun ini.


Komisi IV DPRD Kota Bekasi menekankan evaluasi dan perbaikan, salah satunya kesiapan server SPMB yang kerap menghambat proses pendaftaran, serta menyiapkan operator di sekolah SMP untuk membantu siswa atau orangtuanya yang kesulitan mendaftar secara online.


"Kita sampaikan catatan-catatan SPMB tahun 2025, dari mulai hambatan orangtua melakukan proses secara online atau melalui aplikasi yang seringkali bermasalah di pertengahan. Kita minta betul-betul dimitigasi," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman usai rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Senin (4/5).


Wildan juga menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan SPMB nanti. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.


Secara umum pelaksanaan SPMB tahun ini tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Jalur pendaftaran yang disediakan terdiri dari jalur domisili, Afirmasi, Mutasi dan Prestasi.


Tahun ini kata Wildan, jumlah siswa per kelas disepakati 40 siswa, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 44 siswa dikarenakan jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) tahun ini menurun. Dari total lulusan SD tahun ini sebanyak 40 ribu siswa, 51 persennya bisa terserap oleh SMP negeri.


"Hanya ada perbaikan-perbaikan dan penyesuaian data pada jumlah lulusan SD yang dari tahun kemarin dan tahun ini ada perbedaan, turun sekitar dua ribu siswa," ucapnya.


Di tahun ini juga kata Wildan, Kota Bekasi mulai bekerjasama dengan sejumlah SMP Swasta yang ada di Kota Bekasi. Sampai dengan saat ini terdapat 47 SMP swasta yang akan bekerjasama, dengan begitu siswa bisa melanjutkan pendidikan secara gratis di sekolah yang bekerjasama tersebut.


Pemerintah Kota (Pemkot) mengalokasikan anggaran lebih dari Rp9 miliar untuk biaya pendidikan 3 ribu siswa di tahun ini.


Lebih lanjut Wildan menyampaikan bahwa program sekolah SMP swasta gratis ini telah terintegrasi dengan sistem SPMB Kota Bekasi. Setiap siswa yang mendaftar di jalur afirmasi akan diberikan empat kesempatan memilih sekolah, masing-masing dua SMP negeri dan dua SMP swasta.


"Saya kira untuk langkah awal cukup baik, kita bisa mengakomodir sekitar tiga ribu siswa untuk selanjutnya menjadi jawaban ketika orangtua khawatir di SMP negeri tidak diterima, sementara di swasta berat dengan biaya," ungkapnya.


Sisi lain, Wildan mengkritisi sosialisasi belum dilaksanakan serta sistem SPMB belum siap di awal pekan kemarin. Pasalnya, tahapan pra pendaftaran akan dimulai pada pertengahan bulan Mei mendatang.


Pihaknya meminta tidak lagi ada kendala sistem pada saat pendaftaran, serta tak ada lagi orangtua siswa yang tidak mendapatkan informasi mengenai tata cara dan pelaksanaan SPMB.


"Sehingga kita minta dalam satu atau dua hari ini harus sudah mulai tayang Dashboard SPMB yang baru di website. Juga kita minta untuk disosialisasikan, ini bukan hanya urusan Disdik tetapi juga melibatkan unsur pemerintahan di wilayah bahkan RT/RW," tambahnya.


Plt Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo Mahartoyo Sukmo menyampaikan pihaknya akan segera mensosialisasikan tatacara dan jadwal SPMB, hingga daya tampung sekolah kepada masyarakat khususnya orangtua dan siswa. 


"Kesiapannya sudah hampir final, segera kota finalkan untuk disampaikan kepada masyarakat," katanya.


Pra pendaftaran SPMB akan dilaksanakan pada 18 Mei hingga 19 Juni 2026. Chondro juga menyampaikan tidak ada perubahan yang terlampau signifikan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, hanya saja ada tambahan poin penilaian untuk seleksi di jalur pendaftaran prestasi dimana nilai TKA masuk sebagai salah satu yang diperhitungkan.


Khusus untuk jalur prestasi nilai, selain TKA juga ditambah dengan tes CAT. Tes berbasis komputer yang pernah dilalui oleh siswa pada saat TKA.


"Dalam CAT itu kami Dinas Pendidikan menguji kembali calon murid baru yang memilih jalur prestasi, jadi tidak hanya berdasarkan nilai rapor dan hasil tes TKA," ungkapnya.


Tes CAT dilaksanakan di tengah-tengah proses pra pendaftaran, yakni dua Minggu setelah tahapan pra pendaftaran di buka tepatnya pada tanggal 2 Juni. 


Sementara untuk sekolah Swasta gratis di 47 SMP swasta, tersebar di 12 wilayah kecamatan. Daya tampung masing-masing sekolah sebanyak 70 siswa.


"Kit mengalokasikan anggaran Rp250 ribu per anak per bulan, atau sekitar Rp3 juta per tahun untuk biaya sekolahnya," ucapnya.


Ia juga mengkonfirmasi jumlah siswa per kelas di tahun jaran baru nanti disesuaikan dari 44 siswa menjadi 40 siswa.


Selain itu, Chondro meyakinkan pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya dan mencarikan solusi agar polemik tidak terus terjadi di setiap momen penerimaan siswa baru.


Nantinya, Disdik akan mendirikan posko pengaduan dan pelayanan selama pelaksanaan SPMB.


"Kita menempatkan posko-posko pelayanan dan pengaduan juga di setiap kecamatan bahkan di sekolah-sekolah nanti untuk membantu masyarakat yang memang kesulitan untuk mendaftar secara online," tambahnya. 

×
Berita Terbaru Update