Bekasi - Media Titikkarya.COM – Menjadikan pendidikan karakter dan nilai keagamaan sebagai prioritas utama, SMP Negeri 4 Tambun Selatan di bawah pimpinan Kepala Sekolah, Bapak Reja, menghadirkan tradisi positif baru di lingkungan sekolah. Setiap hari Jumat, seluruh warga sekolah berkumpul di pekarangan sekolah untuk melaksanakan solat berjamaah bersama.
Kegiatan ini dimulai pukul 12.00 WIB, seiring berakhirnya jam pelajaran. Berbeda dengan pelaksanaan di dalam ruangan, solat berjamaah kali ini dilakukan di halaman terbuka sekolah yang telah disiapkan rapi. Suasana yang teduh di bawah pohon-pohon rindang menciptakan ketenangan tersendiri bagi para siswa dan tenaga pendidik yang ikut serta.
Bapak Reza mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kedekatan spiritual sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan antarwarga sekolah.
"Pendidikan tidak hanya soal akademik, tapi juga pembentukan jiwa yang beriman dan berakhlak mulia. Melalui solat berjamaah di pekarangan sekolah ini, kami ingin menanamkan kebiasaan ibadah yang disiplin, sekaligus menciptakan ruang interaksi yang lebih akrab dan hangat di antara siswa, guru, dan staf sekolah," ujar Bapak Reja,(Jumat 10 April 2026.
Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi momen refleksi mingguan. Setelah selesai solat, biasanya diadakan sesi pesan dan kesan singkat dari guru pembimbing, yang berisi nasihat, motivasi belajar, hingga ajakan untuk menjaga kebersihan dan kerukunan di lingkungan sekolah.
Para siswa pun menyambut baik inisiatif dari kepala sekolah tersebut. Salah satu siswa kelas 9 mengaku merasa lebih semangat dan tenang mengakhiri minggu belajarnya dengan kegiatan ini.
"Senang sekali bisa solat berjamaah di halaman sekolah bersama teman-teman dan Bapak Ibu Guru. Suasananya segar dan membuat hati jadi tenang sebelum pulang ke rumah," ungkapnya.
Dengan berjalannya tradisi ini secara rutin setiap Jumat, SMPN 4 Tambun Selatan semakin menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam pembentukan karakter religius. Diharapkan, kebiasaan positif ini dapat terus berlanjut dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
(Andi Lingga)



