Notification

×

Iklan

Iklan

KOWANI GOES TO UNESCO MEMORY OF THE WORLD

| 4/01/2026 02:34:00 AM WIB Last Updated 2026-03-31T19:37:11Z

 



Jakarta - mediatitikkarya.com - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) secara resmi meluncurkan langkah strategis nasional bertajuk KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World, pada hari :  Selasa, (31/3/2026). 

Sebagai upaya mengangkat sejarah perjuangan perempuan Indonesia ke tingkat pengakuan dunia Internasional. Inisiatif ini segera dilaksanakan secara TERINTEGRASI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai penguat landasan ilmiah dan kajian akademik, serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai otoritas kearsipan nasional dalam proses penetapan Memori Kolektif Bangsa.


Program ini bertujuan untuk menetapkan arsip dan sejarah gerakan perempuan Indonesia  sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI, serta mengajukannya ke UNESCO Memory of the World, sehingga kontribusi perempuan Indonesia dalam perjalanan bangsa dan peradaban global dapat diakui secara resmi di tingkat internasional.

Nannie Hadi Tjahjanto, S.H, selaku (Ketua Umum Kowani) bahwasannya langkah ini merupakan gerakan strategis kebangsaan dan peradaban dunia, Tegasnya kepada para awak media termasuk media Titik Karya. “Sejarah perjuangan perempuan Indonesia, yang dimulai dari Kongres Perempoean

Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928, merupakan bagian terpenting dalam sejarah peradaban dunia yang harus diakui secara global.  Ini bukan sekadar program, melainkan gerakan peradaban Indonesia untuk dunia,”imbuhnya dengan berapi -api! 

Dalan Gerakan Perempuan Indonesia memiliki keunggulan global yang mempunyai khas tersendiri, yaitu adanya tumbuh dalam keberagaman agama, etnis, budaya, dan sosial, serta telah berperan aktif dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pembangunan bangsa sejak sebelum kemerdekaan.

Namun demikian, kontribusi tersebut belum sepenuhnya terdokumentasi secara sistematis, tervalidasi secara ilmiah, dan diakui dalam narasi sejarah global.

Melalui kolaborasi strategis dengan BRIN dan ANRI, KOWANI akan selalu melakukan pengumpulan, kurasi, digitalisasi, serta penyusunan dossier berbasis data dan evidence sesuai standar internasional UNESCO. Pendekatan ini memastikan bahwa proses pengajuan tidak hanya kuat secara naratif, tetapi juga kredibel secara ilmiah dan sah secara kearsipan. Adapun tahapan strategis nasional yang ditetapkan adalah sebagai berikut: Di tahun 2026 – Penetapan Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI, 

Di tahun 2027 – Pengajuan resmi UNESCO Memory of the World di tahun 2028 – Target pengakuan dunia bertepatan dengan 100 Tahun KOWANI, tuturnya! 

KOWANI mengajak seluruh organisasi perempuan Indonesia, di mulai dari pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, generasi muda,media nasional, serta seluruh masyarakat Indonesia untuk aktif selalu berpartisipasi dalam menjaga, mendokumentasikan, dan mengangkat sejarah perempuan Indonesia sebagai warisan peradaban dunia. “Perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi penentu arah peradaban"! Melalui langkah ini, Indonesiabukan hanya sebagai  bangsa, tetapi sebagai kekuatan peradaban dunia,” pungkasnya! 

(Media Titik Karya)


( WIDY MARHAEN)

×
Berita Terbaru Update