Notification

×

Iklan

Iklan

2.066 peserta ikuti Pelatihan Teknis Program Pengembangan Kelapa Sawit, di selenggarakan Kementan LPP Agro Nusantara Pemberian penyaluran Beasiswa bagi anak Pekebun

| 9/11/2025 02:59:00 PM WIB Last Updated 2025-09-11T13:37:21Z

 





Jakarta Selatan - MediaTitikKarya.Com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT LPP Agro Nusantara merancang program pengembangan sumber daya manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan kriteria industri sawit yang berkelanjutan. Sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat. Program ini telah berjalan sejak April hingga September 2025, mencakup pelatihan teknis, manajerial, hingga pemberian beasiswa pendidikan.




Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun,Kementan Ir.Baginda Siagian, menyebut bahwa para peserta pelatihan berasal dari berbagai wilayah penghasil sawit di Indonesia dan telah mengikuti pelatihan melalui undangan berdasar Data Rekomendasi Teknis (Rekomtek).

"Rekomtek berisi daftar peserta ini diajukan oleh Dinas Perkebunan masing-masing wilayah yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan," ujar Baginda.


Baginda menegaskan program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas sawit rakyat. “Jika produktivitas kebun rakyat bisa naik dari 3–3,5 ton menjadi 5–6 ton per hektare per tahun, kebutuhan pangan, industri hilir, maupun bioenergi akan tercukupi,” katanya.

Baginda menambahkan, ada dua jalur utama pengembangan SDM sawit yang difasilitasi BPDP, yaitu pendidikan formal serta pelatihan teknis dan manajerial. Dan Penyaluran beasiswa pendidikan. bagi anak pekebun, penyuluh, hingga ASN yang berkaitan dengan perkebunan sawit. 


"Beasiswa ditujukan bagi anak pekebun, penyuluh, hingga ASN yang memiliki keterkaitan dengan sektor sawit. Tahun ini, dari 20.800 pendaftar lulusan SLTA, sebanyak 4.000 orang berhasil meraih beasiswa penuh dan tersebar di 41 perguruan tinggi dari Aceh hingga Papua. Sementara pelatihan lebih menyasar kelompok pekebun, koperasi, dan lembaga pendamping, dengan materi mulai dari budidaya berkelanjutan, panen dan pascapanen, kelembagaan, kewirausahaan, hingga promosi hasil sawit." tutur Baginda Siagian


Sejak tahun 2016, BPDP mempercayakan LPP Agro Nusantara sebagai salah satu mitra strategis penyelenggara pelatihan SDM sawit. LPP yang berdiri sejak 1950 ini memiliki rekam jejak panjang dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja perkebunan, baik pada level teknis maupun manajerial. 

Tahun 2025, BPDP menargetkan pelatihan bagi 10.786 peserta dari 17 provinsi penghasil sawit. Dari jumlah itu, PT LPP Agro Nusantara mendapat mandat untuk melatih 2.066 peserta, meningkat dari 1.339 peserta meningkat 40% dibanding tahun 2024. 

Pelatihan tahun ini dilaksanakan dalam 71 kelas, mencakup 11 jenis pelatihan teknis dan manajerial, yang tersebar di 9 provinsi: Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Papua Barat, dan Sulawesi Barat.

Melalui pelatihan ini, BPDP dan Ditjenbun berharap dapat mengurai permasalahan keterampilan pekebun sawit swadaya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat daya saing, dan menciptakan sistem perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.




Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, menerangkan bahwa metode pelatihan tidak hanya bersifat klasikal di kelas, tetapi juga langsung praktik di lapangan.

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi klasikal di dalam kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Materi yang disampaikan mencakup budi daya sawit berkelanjutan, panen dan pasca panen, pengelolaan kelembagaan, administrasi keuangan, promosi hasil sawit, hingga pemetaan lokasi perkebunan, dengan menunjuk salah satu pelaksana yakni LPP Agro Nusantara.

“Melalui pelatihan seperti ini, pekebun tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya di kebun masing-masing. Harapannya, keterampilan teknis dan manajerial pekebun semakin baik sehingga produktivitas kebun meningkat,” jelasnya.


Pranoto menambahkan bahwa pendekatan pelatihan dirancang agar mudah diserap pekebun. “Melatih petani tidak bisa hanya dengan metode klasikal. Harus ada field trip, ice breaking, hingga praktik lapangan agar ilmu bisa langsung dipraktikkan di kebun,” jelasnya.



Sementara itu, Direktur Penyalur Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menjelaskan bahwa dana pengembangan SDM berasal dari pungutan ekspor sawit. “Pungutan ekspor kami kelola untuk PSR, sarana prasarana, penelitian, promosi, hingga pendidikan dan pelatihan SDM. Semua ini dilakukan karena sawit adalah penopang utama ekonomi nasional,” tegasnya.


Muhammad Alfansyah, menekankan bahwa pengembangan SDM menjadi instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan sawit nasional. Dana pungutan ekspor yang dikelola BPDP, kata dia, tidak hanya dialokasikan untuk peremajaan sawit rakyat (PSR), sarana-prasarana, maupun penelitian, tetapi juga untuk mendukung program pendidikan dan pelatihan.


“Pelatihan ini tujuannya sederhana tapi krusial, yakni mendorong produktivitas sawit rakyat agar tidak tertinggal dari perkebunan perusahaan besar. Industri sawit ini penopang utama ekonomi Indonesia, sehingga kualitas SDM menjadi fondasi keberlanjutan,” tegasnya.


Melalui kombinasi pendidikan formal, pelatihan teknis, serta dukungan penelitian, BPDP optimistis produktivitas sawit rakyat bisa meningkat signifikan. Dengan demikian, Indonesia tak hanya mempertahankan posisinya sebagai produsen sawit nomor satu dunia, tetapi juga memperkuat kesejahteraan jutaan pekebun sawit di tanah air.

Indonesia saat ini masih menjadi produsen minyak sawit terbesar dunia. Namun, rata-rata produktivitas kebun rakyat masih lebih rendah dibanding perkebunan swasta maupun BUMN. Karena itu, program pengembangan SDM ini diharapkan dapat melahirkan generasi baru pekebun sawit yang kompeten, berdaya saing, dan mampu menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.



Direktur SDM & TI PT Perkebunan Nusantara IV Subholding, Suhendri, menyampaikan sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang agro industri kelapa sawit, pihaknya mendukung pelaksanaan kegiatan ini.


"Investasi pada pengembangan SDM merupakan langkah strategis untuk membangun masa depan perkebunan Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," tutupnya kepada para awak media


Melalui pelatihan ini, ke depan BPDP dan Kementan berharap dapat mengurai permasalahan keterampilan pekebun sawit swadaya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat daya saing, dan menciptakan sistem perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Tika

×
Berita Terbaru Update