Notification

×

Iklan

Iklan

Intake Siltrap Lama Perumda Tirta Patriot solusi nyata atas gangguan layanan selama ini dikeluhkan warga, relokasi sumber air baku dari Kali Bekasi ke Kalimalang

| 5/28/2025 06:58:00 PM WIB Last Updated 2025-06-14T12:01:27Z

 







Kota Bekasi -MediaTitikKarya.com -  Perumda Tirta Patriot resmi memulai pembangunan Intake Siltrap Lama (Intake Taman Suplesi), sebagai bagian dari program relokasi sumber air baku dari Kali Bekasi ke Kalimalang, dengan melakukan secara simbolis peletakan batu pertama, di Jl. Kemakmuran, Bekasi Selatan, Rabu (28/5/2025).







Proyek strategis tersebut diketahui menargetkan pemanfaatan 650 meter kubik air per detik dari Kalimalang, untuk melayani sekitar 42 ribu pelanggan di wilayah Bekasi Utara, Medan Satria, dan Bekasi Barat.

Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi, menjelaskan bahwa program relokasi intake tersebut, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Pada tahap awal, pihaknya mendapat alokasi 400 meter kubik per detik berkat kerjasama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) 2.





"Program relokasi intake ini adalah satu program, bagaimana kita mengalihkan SPAM Teluk Buyung ke Kalimalang atau Tarum Barat. Berkat kerjasama dan support yang luar biasa dari PJT 2 di tahap awal ini kita diberikan 400 kubik per detik," ungkap Ali.

Rencana pemanfaatan air Kalimalang ini telah dipersiapkan sejak 2023 lalu, namun baru dapat direalisasikan pada 2025. Ali optimis, bahwa pemanfaatan sumber air baru ini dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan air bersih secara signifikan.

"Proyeksi ini sudah dilakukan sejak Tahun 2023 lalu. Namun, baru bisa direalisasikan dua tahun setelahnya hingga di Tahun 2025 ini. Adapun, pemanfaatan Air Kalimalang dinilai mampu menyerap sebanyak 650 kubik air yang dapat meningkatkan sambungan layanan air bersih," paparnya.

Untuk memenuhi target 650 meter kubik per detik, Perumda Tirta Patriot masih membutuhkan tambahan 250 meter kubik per detik. Ali menyatakan, bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Sumber Daya Air (SDA) untuk mengamankan sisa pasokan tersebut.

"Karena memang di dalam proses perubahan air baku ini, SPAM Teluk Buyung kita diberikan kesempatan untuk mengambil kurang lebih 650 per detik, untuk melayani masyarakat kita di wilayah Bekasi Utara, Medan Satria dan Bekasi Barat kurang lebih hampir sekitar 42 ribu pelanggan," jelasnya.






Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam mengatasi permasalahan kualitas air. Menurutnya, langkah ini merupakan solusi tepat mengingat kondisi air baku dari Kali Bekasi yang sudah tidak memadai.

"kualitas air Kali Bekasi memang sudah tidak layak lagi dijadikan sumber air bersih. Selain keruh saat hujan, sungai ini juga tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga.

“Kita realistis saja. Kali Bekasi itu sudah tidak bisa diandalkan. Maka solusi terbaik adalah mengambil air dari Kalimalang, yang kualitasnya lebih stabil dan bersih,” kata Tri.

Pemkot Bekasi langsung mengambil langkah serius dengan menggelontorkan anggaran Rp45 miliar lebih untuk membangun proyek Intake Siltrap, yang akan mengambil air baku dari Kalimalang, bukan lagi dari Kali Bekasi yang selama ini jadi sumber masalah.

Kebijakan ini pun disambut gembira oleh para pelanggan PDAM, khususnya di wilayah Bekasi Utara yang selama ini paling terdampak. Salah satu tokoh masyarakat Bekasi Utara, Masrul Zambak, menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota.


Target Air Bersih 400 Liter Per Detik

Proyek Intake Siltrap Lama Perumda Tirta Patriot akan menyuplai air bersih sebanyak 400 liter per detik pada tahap awal, dan ditargetkan selesai akhir tahun 2025. Total kebutuhan air diperkirakan mencapai 550 liter per detik, yang akan dikejar di tahap selanjutnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi solusi nyata atas gangguan layanan yang selama ini dikeluhkan warga, terutama saat musim hujan ketika air dari Kali Bekasi tak bisa diolah dan pompa terpaksa dihentikan.

“Kami sering disalahkan karena air mati, padahal sumber airnya memang tidak bisa diolah. Dengan Kalimalang, situasinya akan jauh lebih baik,” ungkap Ali.


Sasar 43 Ribu Pelanggan, Kurangi Beban Energi

Proyek ini akan menjangkau sekitar 43.000 pelanggan di wilayah Medan Satria, Bekasi Utara, dan Bekasi Barat. Selain peningkatan kualitas air, proyek ini juga akan membangun jaringan pipa sepanjang 1,2 kilometer dengan diameter 700 inci untuk mendistribusikan air lebih merata.

Ali juga menyebut, penggunaan Kalimalang akan menghemat tenaga dan energi karena kualitas airnya lebih mudah diolah. Sistem distribusi pun akan lebih efisien.

Sementara itu, Pemkot Bekasi juga tengah mempercepat proses penyerahan aset PDAM dari Kabupaten Bekasi untuk memperluas cakupan layanan.

“Air bersih itu hak dasar warga. Maka itu harus jadi prioritas,” tegas Tri Adhianto.

Dengan terobosan ini, warga Bekasi akhirnya bisa berharap punya layanan air bersih yang layak dan konsisten. Kini tinggal menanti realisasi janji besar itu—semoga tepat waktu, dan tepat sasaran.***

Tika

×
Berita Terbaru Update