Notification

×

Iklan

Iklan

PKB Kota Bekasi : Bidik Target 10 Kursi incar Kursi Legislatif Eksekutif, Rangkul Gen Z , Milenial Dominasi 63 Persen Suara Pemilu 2029

| 10/24/2026 03:29:00 PM WIB Last Updated 2026-10-24T12:29:47Z

 




KOTA BEKASI - MediaTitikKarya.Com— Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) mendorong DPC PKB Kota Bekasi memperkuat konsolidasi organisasi dan menyusun strategi pemenangan Pemilu 2029. Salah satu target yang ingin dicapai adalah menempatkan PKB dalam jajaran pimpinan DPRD Kota Bekasi.


Hal tersebut disampaikan Syaiful Huda dari DPP PKB seusai istirahat, salat, dan makan (isoma) dalam kegiatan pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Bekasi di Hotel Amaroossa, Bekasi, Sabtu (24/10/2026).


Huda menjelaskan, agenda pengukuhan pengurus menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi partai yang akan dilanjutkan dengan orientasi politik dan musyawarah kerja cabang (Muskercab).


Melalui Muskercab, PKB Kota Bekasi akan merumuskan peta jalan atau roadmap pemenangan Pemilu 2029, termasuk menentukan target perolehan kursi legislatif dan strategi untuk mencapainya.


Menurut Huda, capaian PKB Kota Bekasi pada Pemilu 2024, yang berhasil meningkatkan perolehan kursi dari satu menjadi lima kursi, harus menjadi modal untuk memperkuat posisi partai pada pemilu mendatang.


“PKB ingin terus bertumbuh bersama warga Kota Bekasi. Karena itu, apa yang sudah dilakukan pada 2024 perlu diperkuat, disertai langkah-langkah inovatif dan terobosan baru,” ujarnya.


Ia menegaskan, penguatan organisasi tidak cukup dilakukan di tingkat DPC, tetapi harus menjangkau pengurus anak cabang (PAC) hingga ranting di tingkat kelurahan.


Konsolidasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas keterwakilan masyarakat di dalam struktur partai, termasuk mendorong partisipasi generasi muda.


Huda menilai, kelompok pemilih muda akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan peta politik pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, PKB perlu menghadirkan program dan pendekatan yang mampu menjawab aspirasi generasi milenial dan Generasi Z.


Menurut dia, kedekatan dengan pemilih muda harus dibangun melalui kerja nyata, pelayanan masyarakat, serta keterlibatan langsung dalam berbagai persoalan yang dihadapi warga.



Selain konsolidasi politik, Huda meminta DPC PKB Kota Bekasi memperkuat lima agenda kepedulian dan pelayanan masyarakat yang selama ini dijalankan.


Salah satu program tersebut adalah layanan mobil siaga dan ambulans darurat. Saat ini, PKB Kota Bekasi disebut memiliki enam mobil siaga yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.


Program lainnya adalah bedah rumah bagi warga yang membutuhkan. Huda menyebut program tersebut telah membantu memperbaiki sekitar 800 rumah pada tahun sebelumnya. Untuk 2027, pihaknya merencanakan peningkatan jumlah rumah yang akan diperbaiki menjadi sekitar 1.500 unit.


Pembiayaan program sosial tersebut, kata dia, bersumber dari berbagai upaya, termasuk iuran pengurus dan akses terhadap program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat.


Huda menegaskan, program pelayanan masyarakat harus terus diperkuat agar keberadaan partai dapat dirasakan secara langsung oleh warga, bukan hanya ketika momentum pemilu berlangsung.



Dalam kesempatan yang sama, Huda turut menyoroti pelaksanaan pasar murah yang digelar DPC PKB Kota Bekasi sebagai bagian dari program kepedulian terhadap masyarakat.


Kegiatan tersebut menjadi tahap awal yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh anggota legislatif PKB di daerah pemilihan masing-masing. Pelaksanaannya direncanakan menjangkau wilayah berbasis rukun warga (RW) hingga kelurahan.


Melalui penguatan struktur organisasi, perluasan program pelayanan sosial, serta penyusunan strategi politik yang terukur, PKB Kota Bekasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat perolehan suara pada Pemilu 2029.




Ketua DPC PKB Kota Bekasi Rizki Topananda menuturkan, partainya mematok target perolehan minimal tujuh kursi DPRD Kota Bekasi pada Pemilu 2029. Adapun target maksimal yang ingin dicapai mencapai 10 kursi.


Menurut Rizki, sasaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PKB di lembaga legislatif sekaligus membuka peluang bagi partai untuk menempati posisi strategis di DPRD.


“Target minimal tujuh kursi. Target maksimal kita 10 kursi untuk se-Kota Bekasi,” tutur Rizki saat menjelaskan arah politik partainya.


Tak berhenti pada perolehan kursi parlementer, PKB Kota Bekasi juga membidik posisi pimpinan DPRD. Di ranah eksekutif, partai tersebut menargetkan kader terbaiknya dapat maju dalam pemilihan kepala daerah pada 2029.


Rizki menjelaskan, dorongan untuk menyiapkan kader terbaik sebagai calon wali kota atau wakil wali kota merupakan bagian dari arahan DPW PKB Jawa Barat yang dibahas dalam forum partai tersebut.


“Pada 2029, kita sudah harus mampu mengusung kader terbaik menjadi eksekutif, baik wali kota maupun wakil wali kota. Target di legislatif posisi ketua DPRD, sedangkan di eksekutif wali kota atau wakil wali kota,” ujarnya.


Meski demikian, Rizki belum menyebutkan nama kader yang akan dipersiapkan untuk kontestasi tersebut. Ia menegaskan, seluruh kader internal memiliki kesempatan yang sama untuk dipertimbangkan, dengan melihat rekam jejak perjuangan, kapasitas, dan peluang politik masing-masing.


“Semua kader punya hak yang sama. Tinggal kita lihat perjalanan perjuangannya, siapa yang lebih memungkinkan untuk didorong. Yang pasti, kader dari internal,” kata Rizki.


Melalui orientasi pengukuhan dan Muskercab ini, PKB Kota Bekasi berupaya menyelaraskan konsolidasi organisasi dengan agenda politik jangka panjang. Target tujuh hingga 10 kursi legislatif serta peluang menempatkan kader di kursi eksekutif menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja politik, penguatan basis dukungan, dan kesiapan kader menghadapi persaingan pada 2029.

TIKA

×
Berita Terbaru Update