Cibarusah Kabupaten Bekasi - MediaTitikKarya.Com - Palang Merah Indonesia (PMI) kembali Membantu menyalurkan bantuan air bersih dan sarana penampungan air bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Sabtu (18/07/2026).
Bantuan yang disalurkan meliputi 20.000 liter air bersih, dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon air berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, serta 100 ember untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, hingga Jumat, 17 Juli 2026, pukul 22.00 WIB, terdapat 39 lokasi kekeringan di 9 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu dan Kecamatan Pebayuran dan berdampak terhadap 4.929 KK atau sekitar 13.985 jiwa.
Pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin turun langsung memimpin pendistribusian air bersih, bersama Camat Cibarusah, unsur TNI dan Polri, perwakilan PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi, serta Pemerintah Desa Ridogalih.
Sekretaris Daerah Endin Samsudin, mengatakan bahwa kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bekasi mulai dirasakan sejak akhir Juni 2026 dan hingga pertengahan Juli telah berdampak pada beberapa wilayah.
"Dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, terdapat empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Dampak paling dirasakan berada di wilayah selatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru, serta satu kecamatan di wilayah utara. Seluruh wilayah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi," ujarnya.
Menurut Endin, penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak lainnya.
Ia mengapresiasi dukungan PMI Pusat yang turut menyalurkan bantuan berupa tandon air untuk ditempatkan di titik-titik strategis sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Pusat yang telah memberikan bantuan. Untuk suplai air bersih, kami bekerja sama dengan Perumda Tirta Bhagasasi melalui PMI Kabupaten Bekasi sehingga penyaluran kepada masyarakat dapat dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan," katanya.
Endin menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah menyiapkan langkah jangka panjang dengan memperluas jaringan pipa Perumda Tirta Bhagasasi (PDAM)agar pelayanan air bersih dapat menjangkau seluruh masyarakat secara maksimal.
Ia menyebutkan, di Desa Ridogalih saat ini jaringan air bersih telah menjangkau Dusun I dan Dusun II, sedangkan Dusun III masih menjadi prioritas untuk pengembangan layanan.
"Ke depan kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan melalui optimalisasi jaringan perpipaan sehingga persoalan kekeringan tidak lagi menjadi kendala setiap musim kemarau," ungkapnya.
Endin menambahkan, bantuan air bersih yang disalurkan saat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya.
"Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan PMI, BPBD, pemerintah desa, serta dunia usaha agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," tutupnya
Selain itu bantuan juga kembali disalurkan dari PMI Pusat berupa 20.000 liter air bersih, dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon air berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, serta 100 ember untuk warga Desa, Ridogalih Kecamatan Cibarusah, pada Sabtu (18/7/2026).

